
Alkisah tersebutlah seorang pria yang telah lama menganggur karena di PHK, sudah berkali-kali dia mencoba untuk melamar kerja kembali,
Banyak perusahaan ia masuki namun selalu saja tidak ada lowongan,
Berlembar-lembar surat lamaran ia kirim namun tiada datang balasan juga.
Tak perduli ia berusaha lagi...dan ini adalah lamaran terakhir yang akan ia kirim.
Dia pun berangkat ke kantor pos, dengan sisa uang disaku yang hanya cukup untuk
membeli selembar perangko dan ongkos naik angkot.
Diperjalanan karena kelelahan dia pun tertidur didalam angkot.
Saat dia terbangun, betapa terkejutnya dia karena amplop lamaran di pangkuannya telah lenyap, dia pikir mungkin terjatuh dan mencari ke kolong tempat duduk, tidak ada...bertanya ke penumpang disebelahnya tidak ada yang tahu...
Akhirnya dengan gontai ia turun dari angkot, dan berjalan kembali pulang.
Pupus sudah harapan dia untuk mendapat kesempatan kerja,
karena itu adalah surat lamaran terakhir dan dia sudah tidak punya uang lagi....
Beberapa hari kemudian datang pak pos mengantarkan surat ke rumahnya.
Setelah dia baca ternyata itu adalah surat panggilan untuk wawancara kerja.
Bahagia bercampur bingung, karena surat itu dari perusahaan yang surat lamarannya hilang.
Singkat cerita...akhirnya dia mendapat kesempatan bekerja di perusahaan itu.
Beberapa hari berselang pak pos datang lagi kerumahnya mengantarkan sepucuk surat,
Beruntung surat itu bisa sampai, karena diamplop yang lusuh dan kumal itu tertulis alamat dia, dengan tulisan yang acak-acakan mirip tulisan ceker ayam tanpa alamat pengirim.
Dan suratnya berbunyi, " maaf saya telah mencuri amplop bapak, saya kira isi amplop adalah uang, ternyata hanya surat lamaran, tadinya mau saya buang tapi saya kasihan sama bapak, akhirnya saya masukan surat itu ke kantor pos, perangko saya beli dengan uang saya sendiri. Sekali lagi saya minta maaf...semoga bapak cepat mendapat kerja, Terimakasih......."
No comments:
Post a Comment