Pages

July 19, 2010

Hidup Adalah Pilihan


Ada 2 bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.
Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar,aku ingin menjejakkan akarku dalam² di tanah ini dan menjulangkan tunas²ku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi di pucuk² daunku"...Dan bibit itupun tumbuh, makin menjulang...

Bibit yang kedua berguman..."Aku takut, jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini,aku tak tahu apa yang akan kutemui dibawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas²ku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka,dan siput² mencoba untuk memakannya? Dan pasti jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak! Akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman"...Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan mematuknya segera.

Memang selalu ada saja pilihan dalam hidup. Selalu saja ada cerita² yang harus kita jalani.
Namun seringkali kita berada dalam ke-pesimisan, kengerian, keraguan, kebimbangan² yang kita ciptakan sendiri.
Kita kerap terbuai dengan alasan² untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup....

Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah...dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.

No comments:

Post a Comment