Pages

July 20, 2010

Ayah itu...

Ayah tidak suka bahkan jarang meneteskan air mata, kecuali ketika kamu lahir dan mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya.

Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan bisa tidur semalaman saat kamu membutuhkannya.

Ayah akan memberimu tempat yang paling nyaman ketika pawai lewat atau ketika nonton bola dengan mengangkatmu dibahunya.

Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak membuatmu takut.

Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan, bahkan dia pun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil.

Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala pertanyaanmu, tapi ia akan membantu kamu mencari jawabannya.

Ayah akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

Ayah akan menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan dan tidak tergantung pada siapapun.

Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

Ayah menganggap Seratus adalah tips, Seribu adalah uang saku dan gaji pertamamu terlalu besar untuknya.

Ayah selalu berpesan untuk masa depan anak lelakinya ; “ jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Ayah selalu berpesan untuk masa depan anak gadisnya : “ jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak, pilihlah laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….

No comments:

Post a Comment